Conservation Management And Leadership Course In Mexico

The flight journey from Indonesia to Mexico takes 3 days, resulting in a total transport time of 6 days for the round trip between Mexico and Indonesia.

I am Windi Bukit, and I had the opportunity to pass through a 2-week training program in Mexico through the Conservation Leadership Programme (CLP). The Conservation Leadearship Programme (CLP) support early-career conservationist undertaking priority project worldwide. Our team was fortunate to receive a grant from CLP, and as the team leader, I received prior training in the Conservation Leadership Program.

During my time in Mexico, I had the pleasure of meeting amazing individuals from various countries. We learned how to become leaders who can effectively protect our teams. This experience was incredibly enjoyable, as we learned collaboratively, exchanged ideas, and engaged in various activities to discover our identities. Showing mutual appreciation was also highly emphasized during this training.

We also received instruction on project planning and fundraising. This compelled us to think logically and critically about different activities, especially the projects that were selected as winners by the CLP team. We were taught to analyze, concentrate, and be thorough in addressing various challenges, ultimately leading to informed decision-making.

Subsequently, we delved into behavior change study to better understand our target audience. This material holds immense significance for conservation efforts, as it enables us to identify our objectives when engaging people in conservation initiatives. Given that conservation is a collective endeavor, involving not just one person but also the local community, this training on behavior change equips us to ensure that we convey accurate information about conservation efforts and avoid misdirection.

The training greatly nurtured our self-development, guiding us to comprehend, respect, analyze, and sustain critical thinking when confronting issues. As conservation efforts inherently involve multiple stakeholders, we, as emerging conservation leaders, must possess the ability to perceive situations and circumstances to effectively engage people in preserving our earth.

CLP Award in Mexico


Membutuhkan waktu 3 hari untuk tip penerbangan dari Indonesia ke Mexico sehingga bisa dikatakan genap 6 hari waktu dihabiskan ditransportasi pergi ke Mexico dan kembali lagi ke Indonesia.

Saya Windi Bukit, mendapatakn kesempatan training di Mexico selama kurang lebih 2 minggu dari CLP programme. Tim kami mendapatkan kesempatan mendapatkan grant dari CLP dan sebagai ketua tim saya diberikan pembekalan terlebih dahulu dalam kegiatan conservationist Leadership Programme.

Selama di Mexico saya bertemu dengan orang-orang yang menakjubkan dari berbagai negara. Kami belajar bagaiaman menjadi pemimpin yang dapat mengayomi timnya. Kegiatan ini sangat ,menyenangkan karena kita belajar bersama, bertukar pikiran dan melakukan bebragai permainan untuk menemukan jati diri kita. Menghargai satu dengan yang lain juga adalah hal yang paling dijunjung tingi dalam pelatihan ini.

Materi lainnya yang kami dapatkan adalah mengenai project Planning dan fundraising. Hal ini membuat kami sangat berpikir secar logis dan kritis mengenai berbagai kegiatan khususnya beberapa project yang dipilih sebagai pemenang oleh tim CLP. Kami belajar untuk menganalisis, fokus dan teliti dalam berbagai topik masalah yang dihadapi hingga akhirnya kami harus membuat suatu keputusan.

Selanjutnya kami membpelajari behaviour change untuk melihat audience kami. Mempelajari materi ini tentunya sangat penting bagi upaya konservasi karena dari sini kita dapat melihat sasaran yang ingin kita pilih dalam mengajak orang-orang untuk terlibat dalam upaya konservasi. Karena upaya konservasi tidak hanya dilakukan oleh satu orang kita pastinya membutuhkan orang lain ataupun masyarakat setempat untuk terlibat didalanya. Sehingga mendapatkan pelatihan mengenai behaviour change memberikan kontribusi agar kita tidak salah Langkah dan salah sasaran dalam memberikan informasi mengenai upaya konservasi.

Pelatihan ini sangat mendukung pengembangan diri kami karena belajar memahami, menghargai, menganalisis serta tetap berpikir kritis dalam menghadapi maslah adalah hal yang penting. Karena upaya konservasi pastinya akan berhadapan dengan lebih banyak orang sehingga kita sebagai generasi pemimpin yang bergerak di konservasi harus mampu melihat situasi dan kondisi untuk dapat melibatkan orang-orang demi kelestarian bumi bersama.

Kami mendapatkan pengembangan diri melauli pellatihan leadership, project plan, fundraising dan behaviour change.