Proyek sedang berlangsung

Perubahan Penggunaan Lahan

Pemusnahan dan fragmentasi habitat adalah salah satu penyebab utama hilangnya keanekaragaman hayati. Dengan peningkatan populasi manusia sekarang ini, berubahnya habitat kehidupan liar menjadi lahan yang didominasi manusia merupakan salah satu alasan mengapa populasi mereka kian menurun. Jawa adalah salah satu pulau yang paling banyak dihuni di dunia, dengan kepadatan penduduk lebih dari 1000 jiwa per km2. Penelitian yang dilaksanakan oleh LFP bertujuan untuk menyelidiki bagaimana kukang bertahan dengan pergeseran penggunaan lahan yang telah didominasi manusia melalui observasi perilaku, survey vegetasi, dan analisis spasial.

Perubahan Iklim

Perubahan iklim ditimbulkan salah satunya oleh aktivitas manusia dan saat ini hal tersebut menarik banyak perhatian karena pengaruhnya yang luar biasa pada ekosistem alami dan ancaman yang dibawanya untuk jutaan manusia. Pengaruh nyata yang diberikan pada kehidupan liar menjadi sumber kekhawatiran utama. LFP sekarang ini sedang mempelajari pengaruh potensial dari perubahan iklim terhadap perilaku dan fisiologi kukang Jawa dengan cara mengkaitkan variabel biotik seperti pola aktivitas dengan variabel abiotik seperti suhu dan presipitasi.

Kebutuhan Pangan

Memahami kebutuhan pangan kukang di alam liar sangat penting untuk mengetahui kebutuhan hidup di habitat mereka, begitu pula untuk meningkatkan kesejahteraan kukang di penangkaran. LFP saat ini sedang meneliti kebutuhan pangan kukang melalui observasi perilaku di alam dan analisis laboratorium. LFP juga melakukan eksperimen non-invasif terhadap kukang dalam penangkaran bersama organisasi sahabat Cikananga Wildlife Rescue Centre. Harapannya, akan segera tersedia pedoman yang lebih baik mengenai bagaimana merawat kukang sitaan di dalam penangkaran.

Racun
loris_venom

Kukang merupakan salah satu dari beberapa Mammal yang beracun (Contoh lainnya yaitu platypus). Mereka memiliki kelenjar di ketiak yang dapat menghasilkan minyak dan ketika dicampur dengan air liur, akan dihasilkan suatu substansi beracun. LFP saat ini juga sedang mempelajari fungsi racun kukang melalui percobaan-percobaan pada kukang dalam penangkaran dan karakteristik kimiawinya melalui analisis sampel pada skala laboratorium.

Torpor

Torpor merupakan kondisi fisiologis yang dapat diamati di banyak jenis hewan. Torpor melibatkan penurunan drastis aktivitas-aktivitas fisiologis dan baru-baru ini dapat dijelaskan pada kukang. LFP juga saat ini sedang mempelajari mekanisme-mekanisme pemicu torpor pada kukang melalui pengamatan perilaku, aktivitas, dan suhu tubuh.

Karnivore kecil

Fragmentasi habitat memiliki dampak kuat bagi komposisi komunitas Mammal dan interaksi berbagai spesies di dalamnya. LFP sedang meneliti komunitas Karnivor kecil yang ada di lahan yang sangat terfragmentasi. Penelitian ini dilakukan melalui camera trap dan pengamatan-pengamatan sejak 2012, dan juga membentuk kumpulan data untuk proyek penelitian PhD. Linsang (Prionodon linsang), musang tenggalung (Viverra tangalunga), dan luwak (Paradoxurus hermaphroditus) adalah hewan yang paling sering ditemui di area ini.

 

Keanekaragaman Serangga

Daerah tropis tidak hanya kaya akan berbagai jenis Mammal, tetapi juga menopang banyak komunitas invertebrata. LFP terlibat dalam sebuah proyek yang meneliti keanekaragaman dan kemelimpahan serangga di sebuah lahan agrikultur. Proyek ini juga bertujuan untuk mengetahui hubungan kemelimpahan serangga dengan penggunaan habitat oleh kukang melalui koleksi serangga, survey vegetasi, dan pengamatan perilaku kukang.

 

Bioakustik

Bioakustik adalah alat yang menjanjikan untuk menaksir keanekaragaman hayati dengan cara non-invasif, tetapi juga dapat membantu menyingkap perilaku tertentu. Sebagai salah satu proyek yang paling baru, tim LFP menggunakan perekam suara untuk mendokumentasikan vokalisasi kukang dan hewan nokturnal lain.