Program Wanatani

Pada tahun 2015, LFP memulai proyek wanatani dengan maksud menciptakan suatu program yang dapat menyatukan kerangka pemberdayaan masyarakat, pendidikan, dan ekologi. Proyek ini memfokuskan pada penghijauan habitat kembali menggunakan berbagai jenis pohon yang memiliki nilai ekonomis bagi petani lokal dan nilai ekologis bagi populasi kukang.

Proyek wanatani LFP memiliki 3 tujuan utama:

  1. Meningkatkan konektivitas vegetasi dalam habitat lokal kukang Jawa

  2. Melibatkan petani lokal dan anggota masyarakat dalam melindungi kukang Jawa di tanah mereka

  3. Mengembangkan pengetahuan wanatani di Klub Alam LFP dengan cara melibatkan siswa-siswi di setiap langkah.

Sebelum proyek ini berjalan, diadakan pertemuan dengan petani lokal untuk mengetahui jenis pohon apa yang dapat menguntungkan kukang dan kebun mereka. Kemudian, kami membuat rencana berlapis menggunakan jenis pohon tersebut (kaliandra, kayu putih, dll.), sehingga para petani dapat memperoleh keuntungan dari produk pohon tersebut dan kukang memperoleh keuntungan berupa peningkatan konektivitas dan sumber makanan yang disediakan oleh tanaman tersebut. Program ini diikuti dengan kurikulum wanatani oleh Klub Alam LFP dimana tiap minggunya siswa-siswi dilibatkan di setiap langkah program wanatani ini, yang pada akhirnya berujung pada menanam sendiri pohon di area tempat tinggal kukang .

Program ini sendiri terdiri dari beberapa langkah. Mula-mula, biji kayu putih diambil langsung dari pohon yang ada di dalam lingkup studi kami dan dibawa ke tempat pembibitan pohon dimana salah satu staff LFP mengeringkan kulit bijinya di bawah sinar matahari selama 2 hari. Setelah cukup kering dan mengelupas, panen benih dari dalam. Benih tersebut lalu ditanam di kantong polietilen kecil sebagai tempat tumbuh benih selama 2 bulan agar menjadi semai. Ketika telah siap, semai ditanam di area yang sebelumnya telah ditentukan, yakni di daerah jelajah kukang yang membutuhkan konektivitas lebih banyak.

4s7xi2u