Kukang Penjaga Hutan

Pada tahun 2014, Little Fireface Project meluncurkan program Slow Loris Forest Protector di Jawa Barat. Program ini bermaksud untuk menggabungkan kreatifitas dengan ilmu dan pendidikan konservasi.

Program ini memiliki 3 tujuan:

1. Menumbuhkan kesadaran dan pengetahuan mengenai ekologi dan permasalahan konservasi kukang kepada anak-anak yang hidup di sekitar habitat kukang.

2. Mengumpulkan data tentang pandangan, persepsi, dan pendapat peserta mengenai kukang sebelum dan setelah program dilaksanakan.

3. Mengetahui efektifitas program pendidikan konservasi semacam ini menggunakan teknik analisis data yang inovatif.

Melalui program pendidikan yang seru dan interaktif ini, data diambil melalui metode yang menyenangkan dan edukatif serta mampu mendorong anak-anak untuk lebih kreatif dan lebih sering menggunakan imajinasi mereka. Selama pengambilan data awal dan terakhir, aktivitas-aktivitas berikut ini dilakukan:

Menggambar:

Anak-anak diberi kertas dan pensil warna, lalu diperintahkan untuk menggambar seekor kukang. Kemudian kami mengambil data dari gambar mereka ada atau tidaknya hal-hal yang berkaitan dengan ekologi kukang (pohon, air, bunga, serangga, dll.) begitu juga dengan hal-hal yang tidak diharapkan (kurungan, senapan, lingkungan manusia, dll.). Lihat beberapa contoh menarik di bawah ini:

Cerita:

Anak-anak diperintahkan untuk menulis sebuah cerita pendek mengenai kukang. Hal ini sangat memicu kreativitas mereka. Dari fakta sederhana seperti <<kukang adalah Primata malam yang hidup di hutan dan memakan bunga>> hingga dongeng yang melibatkan petualangan dan banyak karakter!

Data Keterlibatan:

Sepanjang semua sesi, data mengenai bagaimana keterlibatan anak-anak dalam berbagai aktivitas diambil, lalu data tersebut digunakan untuk meningkatkan kinerja di semua program pendidikan kami.

Program Pendidikan:

Setelah gambar dan cerita dikumpulkan, tim pengajar kami memberikan pelajaran selama satu jam mengenai ekologi dan permasalah konservasi kukang menggunakan lagu, tarian, cerita, dan permainan.

Buku Kukang sang Penjaga Hutan:

Di akhir kunjungan, setiap anak diberi buku cerita “Kukang sang Penjaga Hutan” buatan kami sendiri dan juga satu set kartu permainan dengan istilah dan karakter dari buku tersebut sebagai hadiah. Anak-anak dianjurkan untuk membawa pulang buku dan kartu, membacanya, membagikannya, dan menyebarkan rasa cinta terhadap kukang kepada orang-orang disekitarnya!

“Kukang sang Penjaga Hutan” ditulis oleh direktur kami, Professor Anna Nekaris dan diilustrasikan oleh seorang yang sangat berbakat, Shelley Low. Buku ini mengisahkan Bunga si kukang jawa dan ibunya, Tereh, melakukan petualangan di malam hari. Buku ini menyoroti ekologi dan peran mereka di alam sebagai pengendali hama di lahan perkebunan dan juga sebagai agen penyerbukan! Kisah Bunga dan Tereh membawa pesan kepada anak-anak bahwa kukang adalah penjaga hutan sejati.

Pesan buku ini dalam Bahasa Inggris atau Bahasa Indonesia disini!