Jembatan Kukang

Perubahan habitat menjadi masalah besar yang dihadapi populasi satwa liar di seluruh dunia. Ketika lahan pertanian dan perkebunan mulai menggantikan hutan dan habitat alami, hasilnya tidak jarang berupa area yang terfragmentasi. Hal ini tentunya memberikan kerugian bagi spesies arboreal. Mereka menjadi terisolasi di suatu area dan terhalangi jelajahnya. Ketidakmampuan untuk mengakses sepenuhnya daerah jelajah gara-gara kurangnya tutupan pohon dapat menjadi masalah serius bagi pertumbuhan populasi satwa tersebut. Kukang tidak luput dari gangguan ini, terlebih habitat mereka semakin luas diubah menjadi lahan perkebunan. Kukang merupakan hewan arboreal dan membutuhkan konektivitas pohon untuk sepenuhnya berhasil menggunakan tempat tinggal mereka.

Sebagai salah satu upaya untuk mengembalikan konektivitas di area yang terfragmentasi, tim LFP membuat dan memasang slow loris bridges (jembatan kukang). Jembatan ini menyerupai bentuk tangga sederhana yang berperan sebagai penghubung antar pohon di daerah jelajah kukang. Melalui data daerah jelajah dan analisis vegetasi yang kami punya, kami berhasil menentukan area mana saja yang paling membutuhkan jembatan kukang. Kami berharap dengan adanya jembatan ini dan proyek kami yang lain, kami bisa membantu memperbanyak koneksi dan memulihkan tempat tinggal populasi kukang yang kami amati.