ABOUT THE LITTLE FIREFACE PROJECT

Slow lorises are a unique group of primates found throughout South and Southeast Asia. Their vice-like grip, snake-like movements, shy nature, and most remarkably, their venomous bite, make them unique amongst the primates. They also are to many people undeniably adorable, and to others, nature’s answer to over 100 diseases. Their slow movements make them easy prey to expert hunters who literally empty the forests of these shy primates – amongst the most common mammals seen in Asia’s illegal animal markets, but amongst the rarest spotted even in Asia’s best protected forests.

The Little Fireface Project, named after the Sundanese word for loris, is the world’s longest running loris conservation project, started in 1993, under the auspices of the Nocturnal Primate Research Group of Oxford Brookes University. Our research was highlighted in the award winning 2012 film Jungle Gremlins of JavaWe aim to save lorises from extinction through learning more about their ecology and using this information to educate local people and law enforcement officers, leading  to empathy and empowerment whereby people in countries where lorises exist will want to save them for themselves. This is done through education, media, workshops and  classroom programmes. Our education does not stop in range countries, but also reaches out to potential western purchasers of loris pets.


Penelitian rasa Liburan - 23/04/2017

     Sebagian besar teman-teman saya dikampus selalu bertanya, “kamu itu penenlitian kan ko kaya liburan?”. Kalau ada pertanyaan kaya gitu saya cuma bisa jawab, “ iya liburan sekalian penelitian”. Kenapa teman-teman saya bisa bertanya seperti itu? Simpel aja sih yang saya upload ke akun media sosial saya memang tentang kesenangan semua. Contohnya seperti foto dibawah ini, merupakan foto yang saya ambil ketika pulang pengamatan. beberapa orang yang melihat foto ini berpikiran betapa serunya pengamatan yang disuguhkan pemandangan yang luar biasa. Selama kita bisa ambil sisi positifnya semua yang dilakukan pasti akan lebih menyenangkan. “Penelitian dilapangan itu suatu yang melelahkan”. Pernah dengar kata-kata seperti itu?? Buat beberapa orang yang gak suka banget keringetan dan kotor, penelitan langsung ke lapangan itu pasti akan melelahkan banget. Masalah terbesar dari setiap orang yang ingin melakukan penelitian langsung dilapangan itu mereka hanya memikirkan hal negatifnya saja atau terlalu besarnya rasa kekhawatiran mereka, seperti takut hewan buas, kotor, jalannya sulit dilewati, atau sibuk mikirin cara berpakaian buat kelapangan. Ayolah kalau kita sibuk mikirin hal seperti itu terus kapan dimulai penelitiannya? Saran yang paling baik adalah nikmati setiap waktu yang kalian punya ketika sedang pengamatan langsung dilapangan.

     “No matter how far you’re going, it depends on who you’re with”. Kata-kata tadi selalu menjadi landasan kemana pun saya pergi karena menurut saya kesenangan dalam melakukan sesuatu itu hal yang paling utama. Seperti penelitian yang sekarang sedang saya lakukan di Garut bersama littlefireface project, saya ditemani dengan orang-orang yang selalu buat saya tersenyum setiap harinya. Buat saya orang-orang yang terlibat dalam project ini sangat luar biasa. Apalagi untuk beberapa orang mancanegara yang mau datang jauh-jauh untuk turut berkonsevasi di Indonesia. Awal gabung dalam project ini saya bingung kenapa sedikit volunteer dari orang Indonesia karena menurut saya sangat disayangkan untuk kita sebagai orang Indonesia ikut berkonservasi spesies endemik Negara kita sendiri. Disini kita bukan hanya tentang penelitian saja tapi juga ‘bersenang-senang’ karena bisa saling berbagi pengalaman antar volunteer dan menambah teman tentunya. Seru kan jadinya punya teman antar Negara walaupun belum pernah ke Negara tersebut.

     Bukan hanya sekedar penelitian tapi disini juga bisa sekalian belajar bahasa sunda. Bisa menguasai lebih dari satu bahasa itu keren banget apalagi bahasa lokal dari Negara kita sendiri. Bisa berbahasa bahasa lokal akan sangat membantu untuk berkomunikasi dengan penduduk sekitar diwilayah tersebut. Apalagi penduduk disini yang ramah-ramah banget mau membantu dan mengerti dengan orang baru yang datang dan gak bisa bahasa sunda.

     Foto diatas adalah salah satu contoh foto dimana kami sebagai volunteer jalan-jalan ke pantai yang ada di Pameungpeuk, Garut. Sebagian kecil kesenangan yang kami lakukan selama penelitian. “Wherever you go becomes a part of you somehow”. Pasti akan rindu banget dengan suasana seperti di Garut ini ketika penelitian saya sudah selesai, pastinya akan menjadi pengalaman yang tidak terlupakan.

  • Arba
  • Volunteer